Peran Perawat Dalam Bimbingan Ibadah Pasien

Standar

index

 Tidak selamanya manusia ada dalam kondisi sehat, ada kalamya setiap manusia berada dalam kondisi mengalami gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan ini biasanya dikenal dengan kata “ sakit “. Tidak ada orang yang menginginkan sakit, sakit hanya bisa di cegah dan di obati . obat yang diperoleh saat orang mengalami sakit bukan hanya berasal dari medis melainkan orang yang sakit di himbau untuk beribadah dan berdoa kepada allah untuk memohon kesembuhan. Seorang hamba terkadang diuji oleh Allah dengan sakit yang menimpanya, sakit tersebut bisa berupa sakit yang ringan tetapi tidak sedikit pula seorang hamba yang diuji oleh Allah dengan diberi sakit yang menyebabkan hamba tersebut harus dirawat dirumah sakit sehingga menghabiskan hari-harinya dengan beristirahat diatas tempat tidur. Dalam keadaan demikian, kaum muslimin dibagi menjadi dua golongan yang berkenaan tentang kewajiban beribadah ( shalat) yang harus dilakukannya sebagai seorang muslim, pertama enggan melaksanakan shalat karena alasan sakitnya -baik sakit ringan atau berat- dan kedua memaksakan diri shalat layaknya ketika masih sehat sehingga  sakitnya tambah parah atau tidak kunjung sembuh.

Perawat adalah suatu profesi yang sangat mulia dan merupakan tenaga kesehatan yang paling lama berinteraksi dengan pasien atau klien di dunia kesehatan. Perawat selalu hadir ketika pasien membutuhkan bantuan dalam hal pelayanan kesehatan apapun khususnya dalam hal memenuhi kebutuhan dasar manusia baik itu dalam hal biologis, psikis, sosio, maupun spiritual yang ditunjukan kepada individu maupun kelompok Sehingga perawat adalah pihak yang paling mengetahui perkembangan kondisi kesehatan klien secara menyeluruh dan bertanggung jawab atas klien Karena hal tersebut peran perawat menjadi sangat penting di dalam dunia kesehatan.

Perawat harus memiliki sifat caring terhadap pasien maupun terhadap sesame rekan kerja. Dalam hal spiritual, perawat harus memperhatikan kebutuhan pasien yang bersifat individual contohnya adalah beribadah. Tidak semua pasien yang sedang sakit tau cara melakukan ibadah dengan baik, beberapa masih kurang paham dengan hal tersebut. Maka dari itu perawat di tuntut harus dapat membantu serta menuntun pasien yang ingin melaksanakan ibadah yang merupakan kewajiban kepada Tuhannya. tentang bagaimana caranya beribadah ketika sakit karena Allah lah yang memegang peran terhadap kesembuhan, memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis atau pun menjelang ajal dan sebagaimana diketahui,perawat berperan sebagai pendamping pasien, penolong pasien dan sebagai partner pasien.serta menjadi educator bagi klien atau pasien.

Isep Zainal Arifin menekankan, perawat bisa memberikan bimbingan langsung seperti tukar pikiran, berdoa bersama, dan bimbingan ibadah. “Bimbingan tak langsung bisa berupa ceramah, percikan kata hikmah, buletin, doa tertulis, maupun tuntunan ibadah secara tertulis. Dengan bimbingan itu diharapkan dapat membantu proses kesembuhan pasien,” timpalnya.

Bimbingan ibadah ( spiritual ) pada kenyataannya sangat memberikan dampak yang baik bagi kesembuhan pasien serta memberikan motivasi bagi pasien.

Peran perawat dalam Bimbingan ibadah bagi pasien meliputi:

  1. Perawat Membacakan Doa Menjenguk Orang Sakit

Nabi muhammad SAW sangat menganjurkan kita sebagai umat islam untuk menjenguk saudara kita khususnya sesama muslim saat muslim tersebut menderita suatu penyakit atau sedang tertimpa musibah. kita disunahkan untuk mendoakan orang yang sakit agar diberikan kesembuhan.

 

Berikut adalah doa menjenguk orang sakit :

اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا * رواه الترمذى

Allohumma adzhibil ba’sa robbannaasi wasyfi fa antassyaafi laa syifaa a illa syifaa uka syifaal laa yughoodiru saqoma.

Artinya :

Ya Allah semoga engkau menghilangkan penyakit wahai Tuhan manusia, dan berilah kewarasan, sebab Engkau adalah Dzat yang memberi kewarasan, tiada obat kecuali obat Engkau yang menghilangkan penyakit.

 

Keutamaan doa ini adalah wujud pasrah pada Alloh yaitu dengan memuji Allah untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Allah.

 

  1. Perawat Membimbing Berwudhu atau Bertayamum

Peran perawat dalam membimbing pasien untuk beribadah sebaiknya diawali dengan

  1. Mengingatkan pasien bahwa sudah masuk waktu sholat
  2. Menawarkan pasien untuk beribadah atau tidak
  3. Menanyakan kepada pasien apa memerlukan bimbingan dalam melaksanakan sholat atau tidak
  4. Menanyakan pasien apa memerlukan bimbingan dalam bersuci atau tidak

 

Tidak semua orang yang sedang sakit mampu untuk berjalan lalu berwudhu dengan air, beberapa hanya terbaring di tempat tidur padahal mereka di wajibkan untuk beribadah, dalam konteks ini sholat bagi yang masih mampu. Oleh karena itu, Allah swt memudahkan bagi orang-orang seperti itu untuk bersuci walaupun tanpa air. Yaitu dengan bertayamum, seperti yang dikatakan dalam surat Al-Maidah ayat 6, yaitu

 

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur” (QS Al-Maidah 5: 6).

Berikut adalah tata cara untuk melakukan tayamum

tayamum

  • Membaca basmalah
  • Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat
  • Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.
  • Niat tayamum : Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta’aala (Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta’ala).
  • Mengusap telapak tangan ke muka secara merata
  • Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan
  • Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.
  • Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.
  • Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri

Doa setelah wudhu

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

 

  1. Perawat Membimbing Pasien Untuk Sholat

Setelah berwudhu, pasien kemudian dibimbing untuk melaksanakan kewajibannya yaitu sholat. Jika pasien tidak mampu melaksanakan sholat dengan berdiri, maka bisa dengan posisi duduk, jika tidak bisa dalam posisi duduk  pasien bisa melakukan dalam posisi berbaring dengan menghadap ke arah kiblat. Dan untuk pasien yang kondisinya sangat lemah bisa melakukan solatnya dalam hati. HR. Al-bukhori

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. 

Sesuai dengan hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu‘anhu diatas maka dapat dijabarkan tentang tata cara shalat bagi orang yang sakit .Tata caranya yaitu:

  • Diwajibkan bagi orang yang sakit untuk shalat dengan berdiri apabila mampu dan tak khawatir sakitnya bertambah parah, karena berdiri dalam shalat wajib merupakan rukun shalat.
  • Orang sakit yang mampu berdiri namun tidak mampu ruku’ atau sujud , dia tetap wajib berdiri. Dia harus shalat dengan berdiri dan melakukan rukuk dengan menundukkan badannya.
  • Orang sakit yang tidak mampu berdiri, maka dia melakukan shalatnya dengan duduk, berdasarkan hadits Imrân bin Hushain dan ijma para ulama.
  • Orang sakit yang khawatir akan bertambah parah sakitnya atau memperlambat kesembuhannya atau sangat susah berdiri, diperbolehkan shalat dengan duduk.
  • Orang sakit yang tidak mampu melakukan shalat berdiri dan duduk, cara melakukannya adalah dengan berbaring, boleh dengan miring ke kanan atau ke kiri, dengan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat.
  • Orang sakit yang tidak mampu berbaring, boleh melakukan shalat dengan terlentang dan menghadapkan kakinya ke arah kiblat, karena hal ini lebih dekat kepada cara berdiri.
  • Apabila tidak mampu menghadap kiblat dan tidak ada yang mengarahkan atau membantu mengarahkannya, maka hendaklan dia shalat sesuai keadaannya tersebut
  • Orang sakit yang tidak mampu shalat dengan terlentang maka shalatnya sesuai keadaannya
  • Orang yang sakit dan tidak mampu melakukan shalat dengan semua gerakan di atas (Dia tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya dan tidak mampu juga dengan matanya), hendaknya dia melakukan shalat dengan hatinya.
  • Apabila shalat orang yang sakit mampu melakukan perbuatan yang sebelumnya tidak mampu, baik keadaan berdiri, ruku’ atau sujud, maka dia wajib melaksanakan shalatnya dengan kemampuan yang ada dan menyempurnakan yang tersisa.
  • Apabila yang orang sakit tidak mampu melakukan sujud di atas tanah, hendaknya dia cukup menundukkan kepalanya dan tidak mengambil sesuatu sebagai alas sujud.

 

sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu ‘anhu:

 

كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

 

“Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara shalatnya. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Shalatlah dengan berdiri, apabila tak mampu, maka duduklah dan bila tak mampu juga maka berbaringlah” [HR al-Bukhari no. 1117].

 

  1. Perawat Membimbing Pasien Untuk Berdzikir dan Berdoa

Kekuatan doa memang tak ada yang menandingi, seseorang yang sedang terkena musibah atau sedang sakit sebaiknya berdoa kepada Allah swt untuk memohon kesembuhan karena hanya Allah swt maha pemberi kesembuhan. Dalam konteks ini, perawat harus membimbing pasien dalam hal berdoa dan meyakinkan pasien bahwa kita harus berdoa dan memohon kesembuhan agar cepat sembuh.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [1327] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdo’a kepada-Ku.

Perawat harus membimbing pasien untuk selalu berdoa dan berserah diri kepan allah agar diberi kesembuhan. Perawat  juga harus membimbing pasien yang mendekati ajalnya dengan menuntun mengucapkan lafal laa ilaha illalah. mengantarkan

  1. Perawat Membimbing Pasien Membaca Al-Quran

Bimbinglah  pasien dengan membaca Al-Quran  terutama ayat-ayat suci al qur’an yang ada hubungannya dengan orang sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Selain itu memberikan pengertian bagi pasien agar membaca Al-Quran, daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya karena dengan membaca Al-Quran kita bisa mendapat pahala dari Allah swt

  1. Perawat Membimbing Pasien Dalam Menjalankan Ibadah Puasa

Perawat membimbing pasien yang dibolehkan melaksanakan ibadah puasa jika kondisi pasien memungkinkan untuk berpuasa,dengan cara memperhatikan asupan makan pasien serta memperhatikan pola makan.kemudian perawat juga harus memberi pengertian kepada pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah puasa

 

Referensi :

http://birohmah.unila.ac.id/doa-mustajab-doa-ketika-menjenguk-orang-sakit/

https://www.islampos.com/tata-cara-sholat-orang-yang-sakit-49643/

http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-tayamum-cara-syarat-rukun-sebab-sunat-tayammum-wudhu-dengan-debu-tanah.html

 

Halo dunia!

Standar

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!